• Jelajahi

    Copyright © LMSI
    Best Viral Premium Blogger Templates
    🔥 Breaking News: LEMBAGA MATRA STRATEGIS INDONESIA //

    Terkini

    KPK RI HADIR DI KOTA METRO, PENCEGAHAN KORUPSI DIDORONG JADI EARLY WARNING SYSTEM

    Kamis, 01 Oktober 2026, Oktober 01, 2026 WIB Last Updated 2026-10-02T04:49:05Z


    METRO — Upaya memperkuat pencegahan korupsi di daerah akan menjadi fokus dalam Sosialisasi Antikorupsi yang digelar di Aula Pemerintah Kota Metro, Kamis (1/10/2026).

    Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila tersebut mengusung tema “Pencegahan Korupsi sebagai Early Warning System”, dengan subtema “Membangun Integritas dan Partisipasi Masyarakat demi Tata Kelola Pemerintahan Kota Metro yang Melayani.”

    Forum ini menghadirkan Kunto Ariawan, S.E., Direktur Pembinaan dan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, sebagai narasumber tunggal.

    Kehadiran KPK RI diharapkan tidak sekadar menjadi agenda sosialisasi, tetapi menjadi ruang edukasi dan dialog antara pemerintah, DPRD, serta masyarakat dalam memperkuat integritas dan pencegahan korupsi.

    Konsep early warning system menempatkan pencegahan sebagai langkah awal untuk mengenali potensi risiko, seperti konflik kepentingan, penyalahgunaan kewenangan, ketidaktransparanan, maupun penyimpangan prosedur sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

    Inisiator kegiatan, Hendra Apriyanes, juga menyoroti pentingnya partisipasi jajaran Pemerintah Kota Metro dan OPD yang telah menerima undangan.

    “Kami berharap dukungan terhadap kegiatan ini tidak hanya dalam bentuk pernyataan, tetapi juga ditunjukkan melalui kehadiran dan partisipasi. Kehadiran maupun ketidakhadiran pihak yang telah diundang akan menjadi bagian dari evaluasi kegiatan,” ujar Anes

    Menurutnya, evaluasi tersebut bukan untuk mencari kesalahan, melainkan melihat sejauh mana para pemangku kepentingan mengambil bagian dalam agenda pencegahan korupsi.

    “Kalau ada dinas atau OPD yang tidak hadir tanpa keterangan yang jelas, tentu akan kami evaluasi secara serius. Saya tidak ingin kegiatan yang menghadirkan KPK RI ini hanya berhenti sebagai seremoni,” tegasnya.

    Anes menambahkan, forum tersebut juga menjadi kesempatan untuk mempertemukan berbagai unsur masyarakat dengan pemerintah dalam membangun budaya antikorupsi. Materi yang dibahas antara lain penguatan integritas, partisipasi masyarakat, pengawasan sosial, penyampaian informasi, kritik dan masukan secara bertanggung jawab.

    Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur, antara lain pemerintah daerah, DPRD, organisasi kemasyarakatan, LSM, organisasi pers dan wartawan, OKP, akademisi dan perguruan tinggi, asosiasi pengusaha, jasa konstruksi dan konsultan, organisasi profesi serta unsur masyarakat lainnya.

    Konsep “Lihat, Lawan, Laporkan” juga menjadi bagian dari pesan kegiatan untuk mendorong masyarakat mengenali potensi penyimpangan, mengambil sikap secara tepat, serta menyampaikan dugaan korupsi melalui mekanisme yang berlaku.

    Kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai di Aula Pemerintah Kota Metro.

    Melalui kegiatan tersebut, pencegahan korupsi diharapkan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi berkembang menjadi praktik nyata dalam memperkuat integritas, transparansi, akuntabilitas dan partisipasi masyarakat menuju tata kelola Pemerintahan Kota Metro yang melayani.
    ( Red )
    Komentar

    Tampilkan